Pembelaan Orang Barat Untuk Muslim Saat Dihujat Di Luar Negeri

Artikel terkait : Pembelaan Orang Barat Untuk Muslim Saat Dihujat Di Luar Negeri

Video anggota militer Amerika Serikat hardik pemuda hina muslim. youtube.com �2013 Merdeka.com
POSMETRO - Orang Barat yang selama ini dianggap selalu menyudutkan Islam ternyata tidak semuanya punya pandangan buruk terhadap muslim. Terlebih setelah banyak kasus besar yang membawa-bawa nama Islam sebagai biang masalah. Kasus seperti penyanderaan di Sydney, Australia, Desember tahun lalu dan serangan ke kantor redaksi tabloid Charlie Hebdo di Paris, Prancis, awal tahun ini turut membawa pengaurh simpati warga Barat terhadap kaum muslim.

Pasalnya, setelah kejadian itu, banyak peristiwa dalam kehidupan sehari-hari di negara Barat, warga muslim jadi korban hujatan. Padahal mereka tidak ada kaitannya dengan peristiwa penyerangan yang terjadi di tempat lain.

Beberapa orang Barat yang bukan muslim tapi masih waras dan berpikiran jernih rela membela warga muslim saat mereka sedang dihina atau merasa terancam oleh orang lain. Mereka bahkan ada yang sampai mengalami kecelakaan akibat membela orang muslim yang dihina.

Siapa saja mereka? Simak ulasannya berikut ini :

1.Dukung muslim, warga Australia kampanye #illridewithyou

Warga Australia menggalang dukungan bagi muslimah di negeri itu setelah terjadi peristiwa penyanderaan di Kafe Lindt, Kota Sydney, Desember lalu. Mereka ramai-ramai mendukung tagar (tanda pagar) #illridewithyou di media sosial Twitter supaya warga muslim tidak merasa takut akan diteror ketika berada di luar rumah.

Penyanderaan yang berlangsung selama 16 jam itu diakhiri dengan tewasnya pelaku dan dua sandera tadi malam waktu setempat.

Seorang perempuan Australia bernama Rachel Jacobs memulai kampanye #illridewithyou yang menjadi topik paling banyak diperbincangkan nomor dua di Twitter pada 15 Desember 2014, seperti dilansir majalah TIME, Selasa (16/12/2014).

Rachel menuturkan kisahnya bagaimana dia memulai kampanye #illridewithyou itu.

"Kakak saya bekerja di Sydney dan kantor suami saya dekat dengan Martin Place, tempat penyanderaan itu. Saya tahu mereka berdua baik-baik saja," kata dia.

Saat itu Rachel sedang berada di dalam gerbong kereta di Kota Brisbane, Australia. Tak jauh dari tempat dia duduk dia melihat seorang perempuan berjilbab pelan-pelan melepaskan peniti di kerudungnya.

"Saya menitikkan air mata melihat kejadian itu dan sekaligus merasa marah. Saat itulah langsung terlintas dalam pikiran saya untuk memasang status dengan tagar itu."

Sepanjang perjalanan Rachel terus menatap perempuan yang sudah membuka jilbabnya itu. Dia merasa ingin berbicara tetapi tidak tahu apa yang harus dikatakan.

Entah beruntung atau kebetulan, Rachel dan perempuan itu turun di stasiun yang sama. Saat itulah dia ingin mengatakan sesuatu buat menenangkan perempuan itu.

"Ketimbang mengomentari cara dia berpakaian, saya ingin menawarkan jalan bersama ke tempat tujuannya. Barangkali itu bisa menolong."

Dalam kicauannya di Twitter kemarin Rachel menulis,


"Saya mengejar perempuan itu di stasiun kereta. Saya bilang, 'Pakai lagi jilbab itu. Saya akan mengiringi kamu berjalan. Dia lalu menangis haru dan memeluk saya selama kurang lebih satu menit. Lalu dia berjalan sendirian."

2.Anggota militer Amerika bela kasir muslim

Amerika Serikat ternyata tidak sebusuk dalam pikiran pelbagai bangsa mengira mereka doyan perang dan membenci Islam. Anda berteriak Dajjal pada Negara Adidaya ini sepantasnya malu lantaran malah banyak warganya menaruh empati pada masyarakat muslim.

Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Kamis (12/9/2013), paling tidak hal ini terjadi di sebuah toko kelontong kecil. Anggota militer Amerika bernama Bid menghardik seorang lelaki yang ogah dilayani oleh petugas kasir muslim.

Pemuda itu bertanya pada Bid kenapa dia mau saja dilayani oleh kasir muslim. Bid ogah menjawab dan ngeloyor ke bagian lain dari toko. Pemuda hendak membeli keripik itu tetap bersikeras tidak mau bayar jika yang melayani umat Islam.

Bid kesal dan menyuruh pemuda itu pergi daripada bikin ribut. Namun pemuda itu ngotot. "Letakkan keripik itu dan pergi dari sini. Kau bebas belanja di mana pun sama halnya dia bebas mempraktikkan agamanya di mana pun di negara ini," ujar Bid tegas.

Saat suasana mulai tegang seorang penyiar televisi John Quinones dari tayangan 'Apa yang Anda lakukan' disiarkan stasiun televisi ABC masuk ke toko berikut juru kamera. Ternyata itu hanya rekayasa dan pemuda serta kasir muslim itu diperankan oleh aktor.

Quinones menanyakan kenapa Bid rela membela seorang muslim padahal Islam tengah menjadi sorotan sejagat dan dicap agama penuh kekerasan. Bid mengatakan semua orang memiliki hak sama di Amerika.

"Apakah termasuk kaum muslim?" Quinones bertanya.

"Ya. Termasuk muslim jika dia warga Amerika," Bid menegaskan.


Pelanggan toko kebetulan menyaksikan peristiwa ini menganggap Bid melakukan hal benar.

3.Pria Australia dipukuli karena bela wanita muslim yang dihina

Jason Cias (36 tahun) dikeroyok oleh dua lelaki rasis yang sebelumnya mengganggu tiga perempuan muslim. Para muslimah itu diganggu saat sedang menaiki kereta api di Kota Melbourne pekan lalu, seperti dilansir Mirror, Sabtu (30/5).

Awalnya Cias hanya ingin cepat pulang ke rumah. Tapi kemudian dia melihat dua pria menghina tiga penumpang mengenakan jilbab.

"Saya dengar mereka bilang 'kamu sebaiknya tidak mengenakan sampah di kepala itu bila ingin tinggal di Australia'," kata Cias saat mengingat insiden tersebut.

Tapi walau kereta padat, tidak banyak orang yang membela tiga muslimah itu. Salah satu perempuan berbicara dengan bahasa Arab agar dua temannya tidak takut. Tapi lelaki yang mengganggu mereka terus menghina. "Aku akan menghajar kalian karena memakai bahasa sampah di Australia."

Cias sontak memberanikan diri melabrak dua pria kulit putih rasis tersebut. Dia bilang lelaki sejati tidak mengganggu perempuan.

"Tapi kemudian salah satu dari mereka mencengkeram dan memukul saya," kata Cias.


Dua penumpang rasis itu kini diburu Polisi Melbourne. Kemungkinan mereka warga Distrik Craigieburn. Sementara Cias yang membela hak penumpang muslim, walau dapat bogem mentah, kini dielu-elukan warga Australia.

4.Perempuan ini bela wanita muslim yang dihina di kereta

Perempuan Australia di Kota Sydney bernama Stacy Eden berlaku cukup heroik ketika dia membela seorang wanita muslim yang mengenakan jilbab di dalam kereta.

Seorang penumpang lain, perempuan lebih tua, menghina wanita muslim itu karena dia memakai hijab. Perempuan tua itu menuduh sang muslimah dan seorang lelaki di sebelahnya sebagai pendukung kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) karena memakai hijab.

Eden merekam kejadian itu dengan ponselnya kemudian mengunggahnya ke laman jejaring sosial Facebook.

Cuplikan video kejadian yang berlangsung kemarin itu dimulai dengan suara perempuan tua itu yang duduk di seberang perempuan muslim, seperti dilansir surat kabar the Independent, Kamis (16/4).

"Kenapa kamu memakai hijab demi seorang pria yang menikahi anak enam tahun?" tanya si perempuan tua itu.

Yang ditanya dan lelaki duduk di sebelahnya hanya diam saja, tapi Eden menjawab, "Dia memakai hijab karena keinginannya. Dia memakai itu karena ingin melindungi tubuhnya, bukan karena orang seperti Anda yang duduk di situ dan menghina dia."

Perempuan tua itu masih saja menyampaikan penghinaannya.

"Anak-anakmu memenggal orang di Suriah," kata dia.

Eden terdengar cukup kesal lalu menjawab,"Jangan hanya duduk saja dan menghina orang lain yang tidak ada hubungannya dengan itu. Jika Anda tidak bisa bilang hal-hal yang baik, jangan ngomong apa pun."


Cuplikan video itu langsung menyebar di media sosial dan mendapat banyak pujian serta komentar. Mereka rata-rata memuji perbuatan Eden membela sang muslimah.

5.Ben Affleck, bukan muslim tapi marah Islam dihina

Benjamin Geza Affleck-Boldt namanya. Aktor 42 tahun berdarah campuran Irlandia-Jerman ini sedang jadi buah bibir di Amerika Serikat. Dia berdebat dengan komedian sekaligus pembawa acara bincang-bincang Real Time di televisi HBO, Bill Maher. Dialog panas itu terjadi saat siaran langsung Sabtu (4/10/2014). Pangkal persoalannya kata-kata Maher yang mendiskreditkan umat muslim serupa anggota mafia.

Sampai berita ini dilansir, jejaring sosial seperti Twitter masih membahas debat Affleck-Maher. Umat muslim di Twitter salut dengan argumen Afflek, kendati sang aktor sendiri adalah pemeluk Kristen Protestan yang rajin menyambangi gereja methodist.

Akun @nadiaaboulhosn bilang aksi heroik Affleck membuatnya jatuh cinta. "Kuiizinkan dia menjadi bapak anak pertamaku."

Dukungan juga datang dari pengguna Twitter yang mendukung toleransi beragama. Contohnya akun @ayeeshaaxx yang bilang, "Ben, kini kau mendapat rasa hormatku."

Pada debat akhir pekan lalu, Affleck sebetulnya sendirian membela Islam. Narasumber lain adalah Sam Harris, kritikus agama yang kerap menyudutkan umat muslim.

Inti serangan duet Maher-Harris adalah umat muslim terlalu defensif saat membela agamanya. Kritik atas aturan-aturan yang mengabaikan hak asasi dalam ajaran Islam, menurut Maher, seperti menghalalkan darah orang kafir, melarang perempuan bekerja, dan lain sebegainya, biasanya ditanggapi berlebihan.

Topik ini dibahas dalam acara itu, berkaitan dengan fenomena internasional seperti aksi militan ISIS di Suriah dan Irak, larangan perempuan Arab Saudi membawa mobil, maupun pembunuhan kehormatan di Pakistan.

"Islam agama yang dijalankan seperti organisasi mafia. Kalau kamu salah omong, menggambar sesuatu yang terlarang, atau menulis buku yang keliru, kamu bakal dihabisi," kata Maher yang langsung memicu kemarahan Affleck.

Kurang lebih 10 menit Affleck marah besar pada tuan rumah yang mengundangnya datang ke acara tersebut. "Kenapa kalian tidak memperhitungkan satu miliar muslim yang tidak fanatik, tidak menyiksa perempuan, ingin bersekolah, makan roti isi sama seperti kalian?"

Serangan balik pada tudingan Maher terus keluar dari Affleck. Aktor yang namanya mencuat sejak membintangi film-film kondang seperti Armageddon, Pearl Harbour, dan Daredevil ini mengingatkan, tindakan pemerintah Amerika Serikat justru lebih zalim pada umat muslim.

"Kita membunuh umat muslim lebih banyak dibanding apa yang mereka lakukan pada kita. Kita menyerang negara-negara muslim lebih sering dibanding sebaliknya," kata Affleck.

Bila ditilik lebih jauh, Affleck sejak 1999 memang sudah menjadi aktivis kemanusiaan. Kendati demikian dia tidak memiliki kaitan ataupun simpati yang terbuka pada Islam.

Justru, dalam satu wawancara dia menegaskan nyaman dengan iman Kristiani. "Spiritualitas yang cocok bagi saya adalah kristianitas ala Barat."

Perdebatan dengan Bill Maher yang panas itu juga terhitung tak terduga. Keduanya sama-sama berideologi liberal dan mendukung Partai Demokrat, beraliran kiri-tengah. Dua selebritas itu pun penyokong aktif kampanye Presiden Barack Obama yang dituding presiden paling sosialis Negeri Paman Sam.

Aksi-aksi kemanusiaan Affleck lebih banyak berurusan dengan pemberantasan kelaparan dan kemiskinan. Dia langsung pergi ke Kongo mengirim bantuan pangan ketika usai negara itu mengalami perang saudara pada 2009.

Satu-satunya kaitan Affleck dengan dunia Islam terjadi saat dia menyutradarai film Argo pada 2012. Cerita yang dia angkat tentang penyelamatan enam warga AS yang terjebak di Iran, sewaktu meletus Revolusi Islam pada 1979.

Walau bercerita dari sudut pandang agen CIA yang ditugaskan membebaskan para sandera, Affleck di film tersebut mencitrakan revolusi dipimpin Ayatullah Khumaini itu secara simpatik. Rakyat Iran pantas mengusir bangsa barat, karena Syah Reza Pahlevi memang pemimpin boneka yang diusung AS dan Inggris untuk terus menguasai bisnis minyak.


Lepas dari semua itu, Affleck yang karirnya lebih moncer sebagai sutradara dibanding jadi aktor, kini sukses mendapatkan penggemar baru karena sikapnya membela Islam.

6.Marak pawai anti-Islam, warga Jerman serentak bela muslim

Sejak awal tahun ini, gerakan anti-Islam di Jerman sedang unjuk gigi. Diperkirakan 18.000 orang terlibat, kebanyakan pegiat Neo-Nazi, menggelar parade Pegida pada Januari lalu. Itu adalah akronim dari "Warga Eropa Patriotik Menolak Islamisasi Peradaban Barat".

Pawai gerakan anti-Islam paling ramai terjadi di Kota Dresden dan Cologne, seperti dilansir the Independent, Selasa (6/1). Isu yang diangkat para peserta pawai adalah permintaan agar hukum imigrasi diperketat. Longgarnya aturan di Jerman membuat pendatang dari Turki atau Timur Tengah membanjir. Negeri Panzer itu dinilai semakin terislamisasi.

"Pemerintah membiarkan orang Suriah ke Jerman, dan kini ISIS mewabah di negara kita," seru salah satu peserta Pegida.

Tak dinyana, ribuan warga Jerman lainnya menunjukkan solidaritas menentang sikap anti-Islam itu. Dilaporkan International Business Times, ribuan warga di pelbagai kota menggelar unjuk rasa tandingan.

Sebagai gambaran, di Cologne kemarin malam waktu setempat, peserta Pegida kalah banyak dibanding kelompok pro-muslim yang mencapai 2.000 orang. Warga Jerman yang mendukung imigrasi membawa papan bernada simpatik. Misalnya "silakan pengungsi datang ke Jerman" atau "tidak ada tempat buat Nazi di bumi Jerman".

Di Stuttgart, kubu penentang Pegida mencapai 22 ribu orang. Sedangkan di Berlin, 5.000 warga berkampanye mendukung imigrasi dan menolak sentimen anti-muslim. Kantor Berita DPA memperkirakan lebih dari 30 ribu orang turun ke jalan kemarin, terlibat dalam unjuk rasa tandingan atas aksi Pegida.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan tidak akan pernah menuruti kemauan Pegida. Dia memastikan kebijakan imigrasi negaranya akan tetap ramah pada pendatang, dari manapun asalnya.


"Apa yang diserukan oleh pemimpin Pegida murni kebencian. Ketika mereka berteriak 'kami adalah rakyat', sebenarnya yang mereka maksud adalah ada yang tidak pantas jadi warga Jerman karena warna kulit dan agama kalian," kata Merkel.

Sumber : merdeka.com

Artikel muslimnetwork2u Lainnya :

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2015 muslimnetwork2u | Design by Bamz