Ups Ketemu ! ABG Alay yang Duduki Patung Pahlawan Ketakutan Saat Diserahkan Orang Tua ke Koramil.

Artikel terkait : Ups Ketemu ! ABG Alay yang Duduki Patung Pahlawan Ketakutan Saat Diserahkan Orang Tua ke Koramil.

Ups Ketemu ! ABG Alay yang Duduki Patung Pahlawan Ketakutan Saat Diserahkan Orang Tua ke Koramil.

POSMETRO INFO - Para remaja alay yang menduduki patung pahlawan nasional di Monumen Letda Sujono Bandar Betsy Simalungun Sumatera Utara, ternyata menjadi incaran pihak keamanan.

Dari 7 remaja Anak Baru Gede (ABG) 3 diantaranya naik ke atas kepala dan menduduki para pahlawan nasional tersebut.

Walaupun sempat sebuah akun yang mengaku sebagai akun milik TNI AU atas nama @_TNIAU mencoba untuk memprotes jika photo tersebut adalah hoax.

Protes yang dilakukan oleh akun yang dianggap para netizen sebagai akun Alay TNI AU, dikarenakan akun ini mengatakan, dengan isi penulisannya bagaikan seorang ahli dalam bidang foto editan, jika foto para remaja abege yang duduk hanyalah sebuah hasil editan alias photo palsu.

Namun pihak kepolisian Sumatera Utara justru membenarkan jika foto tersebut adalah asli. Dan minggu (8/5) akhirnya salah satu pelakunya berhasil diamankan pihak oleh pihak Koramil Pardagangan, setelah dilakukan pencarian selama dua hari.

Nama lelaki yang masih berumur 18 tahun itu berinisial IB warga Desa Sumber Agung Bandar Betsy I, Tanjung Hataran Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun, Sumut.

IB yang hanya berhasil lulus dari SMP, di dalam foto mengaku jika dirinya menduduki kepala Letnan Dua Sujono, karena tidak tahu maksud dan fungsi patung tersebut, dan tindakannya hanya main-main saja, bahkan IB mengaku tidak tahu siapa Letda Sujono dan patung lainnya.

IB sendiri bisa berada di Kantor Koramil, menurut Komandan Koramil Pardagangan, Kapten Inf. Aladi Siahaan, karena bentuk keperdulian dari tokoh masyarakat, dan orang tua IB yang membawa si pelaku ke Koramil.

Ketika ditunjukkan foto yang juga ada beberapa anak ABG lainnya, justru IB mengaku tidak mengenal mereka, dan hanya bertemu di lokasi, dan menurut IB perkiraannya jika mereka adalah pendatang dan bukan warga sekitarnya.

IB sendiri mengaku trauma ketika tahu jika perbuatannya ternyata sangat melanggar aturan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.

�Nggak lagi bang, nyesal saya bang, karena tidak tahu saya, makanya saya menaiki patung itu,� ujar IB, usai mengabadikan perbuatannya dalam sebuah photo lalu di upload ke media sosial Facebook miliknya.

Sementara ketiga remaja ABG lainnya, diupload oleh seorang pemilik akun berinisal F pada tanggal 26 April lalu, karena geram melihat tingkah laku para remaja yang dianggap sudah kelewatan.

Sementara IB sendiri akan doserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Secara terpisah Heikal Safar, Ketua Heikal Center, menyayangkan perbuatan para remaja ABG ini, namun Heikal juga tidak menyalahkan Ismed sepenuhnya.

�Kearifan lokal harus bisa dibangkitkan kepada para pemuda baik di desa maupun di kota, kita melupakan sejarah dan budaya kita, sama saja artinya kita menghilangkan jati diri kita, dan rasa tanggung jawab kita kepada generasi berikutnya,� ujarnya.

Heikal menginginkan agar pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Setempat dapat lebih lebih proaktif untuk menjaga kearifan lokal, termasuk didalamnya sejarah perjuangan bangsa.

�Kearifan lokal bukan hanya berbicara budaya asli setempat, namun juga berbicara tentang sejarah para pejuang yang gugur menyelamatkan NKRI di wilayah tersebut,� Ucap Heikal yang meminta agar Dinas terkait bisa menggali kembali literatur dan membagikannya kepada sekolah-sekolah, agar dipelajari oleh siswa sejak dini.[pembawaberita]

Artikel muslimnetwork2u Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 muslimnetwork2u | Design by Bamz