Ngaku sebagai Penasihat Jokowi, Satu Keluarga Diusir karena Ajarkan Aliran Sesat

Artikel terkait : Ngaku sebagai Penasihat Jokowi, Satu Keluarga Diusir karena Ajarkan Aliran Sesat


POSMETRO INFO - Rumah kontrakan M Kholil di Kampung Cikerti, RT 04/06, Desa Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, diontrog ratusan warga, kemarin. Ritual Kholil dan istrinya R Yusdevina alias Ratu tiap malam diduga sesat. Bahkan, pria kelahiran Brebes Jawa Tengah itu mengaku sebagai keturunan sultan Brunei dan penasihat spiritual Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selama enam bulan, Kholil dan Ratu menggelar ritual yang meresahkan warga. Rumah kontrakan itu juga diduga dijadikan tempat mengajarkan aliran sesat. Warga resah dengan keberadaan mereka yang setiap malam mengadakan pengajian aneh.

Pasangan suami istri ini pun sering meminta pungutan atas nama infak dengan iming-iming bakal dilipatgandakan kepada anggotanya. Warga yang resah dengan aksi pasangan itu akhirnya mengusir paksa mereka.

 �Setiap pukul 22:00 sampai 03:00 WIB mereka mengumandangkan bacaan aneh. Takutnya warga terhasut. Jadi akhirnya kami usir paksa,� ujar warga yang enggan namanya dikorankan itu.

Ia menjelaskan, pengakuan anggotanya yang pernah bertemu warga, Kholil yang biasa disapa Kang Mas merupakan keturunan Sultan Brunai dan penasihat spiritual Presiden Jokowi. �Kami tak ingin ada aliran sesat masuk ke kampung ini. Kalau dia tidak pindah, warga akan mengusir paksa,� kesalnya

Sementara itu, Ketua RW 06 Suparni (48) mengatakan, Kholil bukan asli warga Ciomas. Mereka baru tinggal enam bulan dan berencana mengontrak rumah milik Ida satu tahun melalui perantara anggotanya, Isro. �Sesuai data kependudukan RT, Kholil tinggal bersama R Yusdevina (istrinya) dan tujuh temannya di antaranya Suyono, Boy, Ganjar, Etty, Jembar, Ellyah, Rohmad,� bebernya.

Suparni menjelaskan, ada salah satu anggota Kholil yang mengadu saat bertemu di musala. Anggota tersebut ingin menagih janji Kholil lantaran sudah lama tidak ditepati. Namun orang tersebut tidak menjelaskan secara rinci permasalahannya dengan Kholil. �Saya tanya tapi dia nggak mau ngomong. Dia cuma bilang kalau Kholil orangnya tidak beres saja,� terangnya.

Akhirnya warga sekitar merasa curiga dan resah. Apalagi dengan aktivitas anggota Kholil yang setiap malam menggelar ritual pengajian yang tidak biasa. Tak ingin wilayahnya dimasuki paham radikal ataupun aliran sesat, ratusan warga mendatangi rumah Kholil dan memintanya meninggalkan Kampung Cikerti.

�Untuk meredam emosi warga, ketua RT, RW dan anggota Polsek Ciomas melakukan mediasi dengan keluarga Kholil dan meminta dia bersama keluarga pindah. Akhirnya Kholil menyetujui dan memutuskan saat itu pula pindah dengan mengunakan angkot,� kata Suparni.

Terpisah, Kapolsek Ciomas Kompol Hepy Hanafi mengaku mendapat laporan warga ada yang rumah yang dicurigai menganut aliran sesat dan akan diontrog warga. Anggotanya pun langsung ke lokasi.

Setelah dimediasi antara ketua RT, RW dan pemilik rumah kontrakan, Ratu dan Kholil bersama ketiga anggota keluarga lainnya bersedia pindah dari Kampung Cikerti. �Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, ketua RT, RW dan warga harus lebih berhati-hati akan kehadiran pendatang,� pungkasnya. [bataranews]

Artikel muslimnetwork2u Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 muslimnetwork2u | Design by Bamz