Gembiranya Hari Kelulusan Siswa, Cynthia Anak Lorenzo Rayakan Kelulusan SMA di Surga.

Artikel terkait : Gembiranya Hari Kelulusan Siswa, Cynthia Anak Lorenzo Rayakan Kelulusan SMA di Surga.

Gembiranya Hari Kelulusan, Cynthia Anak Lorenzo Rayakan Kelulusan SMA di Surga.

POSMETRO INFO - Alvin Lango Belen menulis statusnya di Facebook, Sabtu (7/5/2016) pagi. Ia hendak mengabarkan kepada anak gadis kesayangannya, tentang berita gembira dari sekolahnya. Bunyinya begini: "Tya bangun su...bapa mau kastau ni..SMA 2 LULUS 100%..Berarti Tya ju lulus...

Lorenzo juga mengunggah foto anak gadisnya, Cynthia Leslyana Catrine Pehang (17), dalam tiga kondisi berbeda. Foto pertama, anak gadisnya yang masih berusia remaja, yang sangat cantik dan seksi dalam balutan seragam SMA putih abu-abu. Anak gadisnya sedang duduk di teras rumah seraya tersenyum manis.

Foto kedua, anak gadisnya ketika terbaring lemah dengan tubuh kurus dan wajah kuyu di rumah sakit akibat diserang penyakit Lupus. Dan foto terakhir, anak gadisnya sudah terbaring kaku. Diam dan tidak bergerak lagi selama-lamanya.

Status ini memancing beragam komentar dari teman sekolah di SMA Negeri 2 Kupang, para guru, kerabat dan kenalannya. Lebih dari 100 jempol suka (like) diberi untuk mengenang dan menghormati perjuangan anak gadisnya.

Meski menderita sakit teramat sangat, tapi masih punya keinginan sekuat baja untuk ikut try out di sekolahnya menjelang UN 2016. Bahkan tetap bersemangat mengikuti UN susulan, meski harus berbaring lemah di tempat tidur, di rumahnya di Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Lorenzo masih terkenang bagaimana anak gadis kesayangannya itu beradu argumentasi dengan dirinya dan meyakinkan ibunya, Ny. Jerry Dimu-Tagadoko, bahwa ia baik-baik saja dan siap mengikuti try out dan siap menyambut UN.

"Padahal kondisi tubuhnya sudah lemah, pucat dan kurusan. Saya pikir dia sudah pasrah bahkan mungkin menyerah. Tapi ternyata dia minta disiapkan seragam sekolahnya, karena mau ke sekolah mengikuti try out. Dia berusaha tersenyum dan memberi kami semangat untuk percaya kepadanya bahwa ia baik-baik saja. Dan dia siap ke sekolah," cerita Lorenzo.

Dia ikut try out di sekolahnya, lanjut Lorenzo, diantar dan dijemput kakak perempuannya, Anggi Pehang. Semuanya dijalani dengan gembira. Dia berusaha meyakinkan dan membuat kami percaya dia baik-baik saja.

"Dia memang anak yang cerdas. Selalu masuk ranking 10 besar. Bahkan pernah ranking 3 di sekolahnya. Dan punya semangat dan kemauan kuat untuk maju. Dia bilang, malu kalau sering langganan juara di sekolah lalu tidak lulus UN. Karena itu dia tetap belajar, meski sudah sering masuk dan keluar rumah sakit sampai belasan kali," kisah Lorenzo tentang pengorbanan anak gadisnya untuk tetap membuat ayah dan ibunya bangga, meski dalam kondisi sakit sekalipun.

Karena melihat kegigihan anak perempuan kesayangannya untuk tetap bersekolah, Lorenzo jadi bersemangat bekerja dan harus mencari nafkah sampai Pulau Wetar, pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Di pulau yang masuk wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya ini, Lorenzo bekerja di PT. Batutua Tembaga Raya, sebuah perusahaan yang memproduksi plat tembaga pertama di Indonesia.

"Meski harus kelelahan bolak-balik Wetar - Kupang, saya tetap iklas bekerja untuk melihat anak saya sembuh. Ingin melihat dia selesai sekolah dan melanjutkan kuliahnya. Ia bilang kelak akan jadi psikolog," kata Lorenzo.

Sayang sekali, semua rencana itu, cuma sampai di separuh perjalanan hidup anak gadisnya. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan.

"Sampai sekarang saya masih tidak percaya kalau anak saya sudah tiada lagi. Kadang saya bertanya, kenapa anak yang punya semangat untuk sekolah, semangat belajar dan cerdas, tidak Tuhan izinkan dia nikmati semua perjuangan kerasnya?" kata Lorenzo seakan menggugat ketidakadilan dalam hidup ini.

Meski begitu, Lorenzo percaya, anak gadis kesayangannya itu kini sedang bergembira di surga bersama para malaikat. Sebab sudah lulus Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA di Kota Kupang TA 2016. Ya, sukses membahagiakan dan membanggakan ayah, ibu dan sanak saudaranya di 'ujian terakhir' kehidupannya.[tribun

Artikel muslimnetwork2u Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 muslimnetwork2u | Design by Bamz